Thursday, July 2, 2009

Marketing ala Nabi Muhammad SAW

Kemandirian, Entrepreneurship, Etika dan Strategi Bisnis; Teladan dari
Rasulullah SAW
Teladan dan contoh terbaik bagi manusia adalah Rasulullah Muhammad
SAW. Beliau adalah teladan hidup yang menyemai banyak kebaikan dalam
rangkaian keindahan hidup. Dari beliau juga bisa kita ambil teladan
bagaimana merintis, mengelola dan mengembangkan bisnis secara lurus
dan bersih. Beliau telah memancangkan tonggak teladan untuk meraih
sukses menjadi entrepreneur secara benar. Keteladanan yang akan
senantiasa layak diikuti setiap generasi dari semua generasi sekarang
maupun yang akan datang.


Marketing ala Nabi Muhammad SAW
------------ --------- --------- --------- --------- -------

Kemandirian, Entrepreneurship, Etika dan Strategi Bisnis; Teladan dari
Rasulullah SAW
Teladan dan contoh terbaik bagi manusia adalah Rasulullah Muhammad
SAW. Beliau adalah teladan hidup yang menyemai banyak kebaikan dalam
rangkaian keindahan hidup. Dari beliau juga bisa kita ambil teladan
bagaimana merintis, mengelola dan mengembangkan bisnis secara lurus
dan bersih. Beliau telah memancangkan tonggak teladan untuk meraih
sukses menjadi entrepreneur secara benar. Keteladanan yang akan
senantiasa layak diikuti setiap generasi dari semua generasi sekarang
maupun yang akan datang.

Sayangnya seringkali kita kesulitan untuk mendapati informasi tentang
karir bisnis Rasulullah sang teladan. Kalaupun kita mendapatinya
seringkali terpotong-potong dalam berbagai kitab Shiroh. Terpadu dalam
rangkaian sejarah yang kompleks. Untuk itu kita memerlukan bahan yang
lebih ringakas untuk melihat tentag karir bisnisnya secara lebih
jelas, seperti:

q Bagaimana Rasulullah merintis bisnisnya. Menyiapkan mentalitas dan
karakter kepribadian yang kemudian mendukung kesuksesan bisnisnya.

q Bagaimana ketekunan, kejelian dan kesuksesan bisnis yang telah
dijalankan oleh Rasulullah. Bagaimana kisah menariknya. Bagaimana
strategi pemasaran dan customer service-nya. Bagaimana menghadapi
kompetitor.

q Bagaimana pengalaman bisnis beliau. Sejauh mana relasi dan
pengalaman beliau dalam menekuni bisnis ini sehingga sangat memahami
permasalah bisnis. Yang kelak dikemudian hari ketika kenabian itu
turun, pemahaman ini menjadi sangat komprehensif untuk memberikan
panduan hadits yang digunakan sumber Fiqih Muammalat untuk memberikan
framework 'berbisnis secara syariah'.

q Apa kiat-kiat kesuksesannya. Dan bagaimana nasihat beliau untuk
pebisnis modern agar sukses besar. Sukses bukan hanya didunia saja.
Tetapi beruntung didunia dan diakhirat.

Merintis Bisnis
Mengkaji pribadi beliau, kita akan mendapatkan jiwa entrepreneurship
beliau sudah dipupuk sejak dini. Allah mentarbiyah (mendidik) kekuatan
pribadinya sejak kecil dengan hidup dalam kondisi yatim-piatu. Beliau
memulai mengasah mentalitas wirusahanya dengan menjadi pengembala.
Beliau menjadi pengembala untuk orang-orang Mekkah di masa
kanak-kanaknya. Dengan menjadi pengembala beliau mendapatkan upah.
Beliau mengembalakan biri-biri orang Quraisy ketika masih terlalu muda
ini guna meringankan sedikit beban yang ditanggung oleh pamannya.
Beliau ingin berpenghasilan dan bisa mandiri. Tidak hendak berpangku
tangan hanya sekedar bermain saja.

Sebagai anak muda yang jujur dan punya harga diri, beliau sama sekali
tidak suka berlama-lama menjadi tanggungan pamannya yang memiliki
beban keluarga besar. Beliau kemudian dalam usia mudanya melanjutkan
menjadi pebisnis dalam bidang perdagangan. Jiwa enterepreneurship- nya
semakin kuat karena sejak usia 12 tahun telah mengikuti perjalanan
bisnis pamannya yang meliputi; Syria, Jordan, dan Lebanon saat ini.

Muhammad melihat peluang bisnis sebagai sarana yang menarik untuk
mandiri. Hal ini setidaknya cukup dipengaruhi oleh kondisi yang
melingkupinya. Saat itu kondisi Mekkah yang paling berkembang adalah
bisnis perdagangan. Tanahnya yang kering sangat sulit untuk bercocok
tanam. Kejelian melihat peluang keuntungan terbesar pada sektor
perdagangan kemudian membuatnya menekuni bisnis perdagangan ini.
Selain itu latar belakang keluarganya adalah pebisnis yang sangat kuat
dan sukses. Sebagaimana sejarah mencatat, empat orang putera Abdul
Manaf (kakek-kakeknya) adalah pemegang izin kunjungan dan jaminan
keamanan dari para penguasa dari negara-negara tetangga seperti
Syiria, Irak, Yaman dan Ethopia. Mereka dapat membawa kafilah-kafilah
bisnisnya ke berbagai negara tersebut secara aman dan lancar.

Selain itu, Muhammad dilahirkan pada masa kaum Quraisy mencapai
kejayaan dalam perdagangan. Sejak kecil beliau juga dirawat kakeknya
Abdul Muthalib yang juga pebisnis. Setelah kakeknya meninggal,
Muhammad kemudian tinggal bersama pamannya Abu Thalib yang berprofesi
dalam bisnis perdagangan pula.

Sebagai anak muda yang lembut hati, berazzam kuat dan memiliki harga
diri yang tinggi, beliau sama sekali tidak suka berlama-lama menjadi
tanggungan sang paman. Ketika menginjak semakin dewasa dan menyadari
bahwa pamannya memiliki beban berat keluarga besar yang harus diberi
nafkah, beliau mulai berdagang sendiri di Makkah. Profesi sebagai
pebisnis ini dimulai dalam sekala yang kecil dan bersifat pribadi.
Beliau membeli barang-barang dari satu pasar lalu menjualnya pada
orang lain.

Muhammad adalah seorang pemuda miskin yang memulai bisnisnya dari
tahap awal. Terkadang bekerja untuk mendapatkan upah dan terkadang
sebagai agen untuk beberapa pebisnis kaya di kota Mekkah. Dalam
mencari nafkah yang halal beliau bekerja keras, sungguh-sungguh dan
cermat menggeluti profesi bisnis ini yang tentunya tidak hanya untuk
memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga membangun reputasi dimata para
pemodal, relasi dan pelanggan.

Beliau juga telah memasuki kerjasama bisnis bersama dengan beberapa
orang. Sebagai pribadi yang dikenal jujur (shidiq) dan terpercaya
(amin) oleh masyarakat, beliau memiliki kesempatan untuk mengembangkan
bisnisnya dengan menjalankan modal orang lain. Diantaranya menerima
modal dari para janda dan anak yatim dengan sistem upah maupun bagi
hasil.

Beliau juga pernah bermitra dengan Saib ibnu Ali yang pernah
menyatakan dan mengakui bahwa Muhammad adalah mitranya dalam berdagang
dan selalu lurus dalam perhitungan- perhitungannya. Salah satu dari
mitra pemodal lainnya adalah Khadijah, salah seorang konglomerat kaya
di masa itu.

Muhammad menjalankan kontrak syirkah (kerjasama) dengan sistem upah
maupun bagi hasil (mudharabah) dengan Khadijah. Kadang-kadang dalam
kontraknya Muhammad sebagai pengelola (mudharib) dan Khadijah sebagai
sleeping partner(shahibul maal) dan sama-sama berbagi atas keuntungan
maupun kerugian. Terkadang pula Muhammad menjadi pebisnis yang
digaji/medapatkan upah untuk mengelola barang dagangan Khadijah.
Diantaranya Khadijah pernah mempercayakan kepadanya modal untuk
bertolak ke Syiria.

Dalam masa usia 17 hingga sekitar 20 tahun adalah masa tersulit dalam
perjalanan bisnis Muhammad karena beliau harus mandiri dan bersaing
dengan pemain-pemain senior dalam perdagangan regional.

Ketekunan, Kejelian dan Kesuksesan
Muhammad kemudian banyak melakukan perjalanan-pejalana n bisnis dengan
modal Khadijah ini. Beliaupun telah sering mengunjungi Bahrain dalam
rangkaian lawatan bisnis. Beliau adalah seorang saudagar ulung. Beliau
pernah mendapatkan imbalan seekor unta muda untuk setiap kali
perjalanan ke kota-kota dagang di sekitar Yaman. Sebuah Hadits juga
menjelasakan, diriwayatkan oleh adz-Dzahabi dari Nabi "saya telah
melakukan dua kali perjalanan dagang untuk Khadijah dan mendapat upah
dua ekor unta betina dewasa" (Jami' ash-Shagir).

Ketekunan dan kesungguhan beliau dalam berbisnis juga sangat menonjol.
Beliau pernah menunggu pembelinya, Abdullah bin Abdul Hamzah selama
tiga hari. Abdullah bin Abdul Hamzah mengatakan: "Aku telah membeli
sesuatu dari Nabi sebelum beliau menerima tugas kenabian, dan karena
masih ada suatu urusan dengannya maka menjanjikan untuk mengantarkan
padanya, tetapi aku lupa. Ketika teringat tiga hari kemudian, aku pun
pergi ke tempat tersebut dan menemukan Nabi masih berada disana". Nabi
berkata, "Engkau telah membuatku resah, aku berada di sini selama tiga
hari menunggumu" (HR. Abu Dawud). Sebuah kesabaran dan pengorbanan
yang luar biasa untuk tidak membuat relasi atau pelanggan (customer)
kecewa. Tidak pula lantas marah, kecuali hanya menyampaikan bahwa
telah menunggu tiga hari.

Kecerdasan Bisnis beliau sangat teruji. Beliau pernah ketika menjual
barang dagangan di pasar-pasar Busra meraih keuntungan dua kali lipat
dibanding pebisnis-pebisnis yang lain. Ketika Khadijah mendapatinya
dengan keuntungan yang sangat besar yang belum pernah diraih siapapun
sebelumnya maka Khadijah memberikan keuntungan yang lebih besar
daripada yang telah mereka berdua sepakati sebelumnya.

Kecerdikan dalam berbisnis dan penguasaannya tehadap pasar juga sangat
luar biasa. Pada suatu waktu Muhammad diminta membawa dagangan milik
Siti Khadijah. Muhammad dikenal sebagai orang yang jujur dalam segala
hal, sehingga digelari Al-Amin (orang yang paling dapat dipercaya).
Hal itu pun diterapkan dalam berbisnis. Para pebisnis Quraisy Mekkah
tidak suka kepada Muhammad yang jujur dalam berdagang ini. Bagi
mereka, dagang ya dagang, jujur ya jujur. Mereka berpandangan tidak
bisa kedua hal itu dipadukan. Akhirnya mereka membuat rencana untuk
membangkrutkan Muhammad. Ketika rombongan pedagang Mekkah itu membawa
barang dagangan ke Syam (sekarang dikenal dengan nama Suriah), mereka
sengaja menjatuhkan harga. Muhammad tidak mau melakukannya, karena
yang dia bawa adalah dagangan milik Siti Khadijah, bukan miliknya
sendiri. Beliau harus amanah.

Selain itu, beliau telah sangat memahami kondisi pasar saat itu bahwa
jumlah permintaan (demand) jauh lebih tinggi dari jumlah penawaran
(suplay). Beliau memahami seluruh barang pasti akan terjual karena
permintaan lebih tinggi dari jumlah barang yang tersedia. Karena itu,
bila barang dagangan para saudagar Quraisy itu habis, pasti konsumen
akan tetap mencari barang tersebut. Benar saja, ketika dagangan yang
harganya dibanting itu habis, maka masyarakat akhirnya membeli
barang-barang kepada Muhammad dengan harga normal. Ketika rombongan
pedagang itu pulang, Mekkah pun gempar. Semua pedagang rugi, kecuali
Muhammad yang untung besar. Inilah contoh kejelian melihat,
menganalisis, dan memahami pasar serta keberkahan dari sikap jujur dan
amanah. Ini juga merupakan bukti kemampuan merespon strategi pesaing
secara jernih.

Karier bisnis Muhammad semakin kuat dalam usia 25 tahun. Usia ini
merupakan titik keemasan entrepreneurship Muhammad setelah mendapatkan
back-up financial yang lebih mapan dari sang Istri Khadijah yang telah
dinikahi. Tak heran dari kesuksesan bisnisnya kalau kemudian maskawin
yang beliau serahkan ketika pernikahan juga sangat besar pada waktu
itu. Maskawinnya adalah 20 ekor unta muda. Hal ini merupakan bukti
keberhasilan beliau sebagai pebisnis. Sejarah juga telah mencatatkan
bahwa beliaulah pribadi yang pernah ber-Qurban dalam jumlah yang
sangat besar. Mengurbankan 100 Unta secara pribadi. Kalau kita hitung
kasar saja, satu ekor untuk sekarang berkisar Rp 7-10 Juta. Berarti
Qurban beliau senilai Rp 700 juta s/d 1 milyar-an. Jumlah yang sangat
besar untuk Qurban dari seorang pribadi pada sepanjang sejarah
peradaban.

Setelah menikah dengan Khadijah, beliau tetap melangsungkan bisnis
perdagangan seperti biasa. Membawa dagangannya ke berbagai daerah di
semenanjung Arabia dan negeri-negeri perbatasan Yaman, Bahrain, Irak
dan Syiria. Namun sekarang ia bertindak sebagai manajer sekaligus
mitra usaha istrinya.

Pengalaman Bisnis
Muhammad dengan ketekunan dan kesungguhanya kemungkinan besar telah
mengunjungi pusat-pusat bisnis perdagangan yang terkenal di Arabia
berulangkali. Beliau juga bertemu dengan konglomerat dari berbagai
wilayah. Pusat-pusat bisnis perdagangan di Arabia yang terkenal
diantaranya; Pertama, Fumatul Jandal: pusat bisni yang terkenal ini
terletak di ujung utara Hijaz di dekat perbatasan Syiria waktu itu.
Pekan bisnis diadakan setiap tahun pada awal bulan Rabi'ul Awwal di
tempat ini. Saat seperti itu para pebisnis dari jauh dan dekat
berdatangan ke tempat tersebut. Pasar ini berlangsung hingga akhir
pekan.

Kedua, Mushaqqar: tempat pekan bisnis ini pada sebuah kota yang
terkenal di Hijar (Bahrain) mulai awal Jumadil Awwal. Berlangsung
sebulan penuh. Ketiga, Suhar: ini adalah sebuah kota di Oman. Pekan
bisnis ini berlangsung selama lima hari pada bulan Rajab. Keempat,
Dabba: ini adalah salah satu dari dua kota pelabuhan Oman. Para
pebisnis dari daerah Sind, Hind (India), Cina dan banyak negara-negara
timur lainnya datang ketempat ini untuk berbisnis.

Kelima, Shihr (Maharah): sebuah kota yang terletak disebelah pantai
laut Arabia, antara Aden dan Oman. Kota ini terkenal dengan parfumnya
yang dikenal dengan 'Amber'. Pekan bisnis ini dilangsungkan sejak awal
hingga pertengahan bulan Sya'ban. Keenam, Aden: pekan bisnis di Aden
diadakan mulai tanggal satu hingga sepuluh Ramadhan. Banyak pebisnis
dari timur dan selatan berdatangan untuk berbisnis. Ketujuh, San'a:
ibukota Yaman. Pekan bisnis diadakan mulai tanggal sepuluh hingga
akhir Ramadhan. Kedelapan, Rabiyah: nama sebuah kota di Hadramaut.
Pasar bisnis ini diadakan mulai tanggal lima belas Dzulqa'dah dalam
waktu satu bulan.

Kesembilan, Ukaz: nama sebuah tempat diujung Najd (dekat Thaif). Pasar
bisnis ini bersamaan dengan pasar yang berada di Hadramaut. Pasar ini
melebihi pasar-pasar lain dalam hal kemegahan fasilitas bisnis, omzet
transaksi bisnisnya dan peserta bisnis dari berbagai wilayah. Pasar
ini banyak dikunjungi pebisnis dari suku-suku Hawazin, Ghatafan,
Aslam, Ahabish, Adl, ad-Dish, al-Haya, al-Mustaliq dan Quraisy.

Kesepuluh, Dul Majaz: terletak didekat Ukaz (antara Ukaz dan Makah),
dan pasar bisnis diadakan pada tangal satu hingga tanggal tujuh bulan
Dzul-Hijjah. Kesebelas, Mina: pasar bisnis berlangsung selama musim
Haji (dekat Mekkah). Keduabelas, Nazat: terletak diwilayah Khaibar
mulai tanggal sepuluh sampai akhir bulan Muharam. Ketigabelas, Hijr:
adalah nama sebuah kota di Yamamah dimana pasar bisnis bersamaan
dengan Nazat. Terakhir, pasar yang terletak diluar semenajung Arabia
yang sering didatangi Muhammad adalah Busra (Syiria). Praktis beliau
telah mengunjunggi daerah-daerah di Arabia Utara, Selatan, Timur dan
Barat untuk berbisnis. Sebuah kerja keras yang luar biasa. Sehingga
memiliki pengalaman berbisnis yang sangat banyak. Berinteraksi dan
berkompetisi dengan pebisnis regional dan pebisnis dari negari-negari
timur jauh serta dari wilayah-wilayah lainnya.

Beliau mulai mengurangi aktivitas bisnis ketika sudah berusia 37-an
dan terutama sesudah datangnya Nubuwah (kenabian). Meski demikian
naluri kebiasaan dan penghargaan terhadap bisnis masih tetap tinggi.
Beliau tetap pernah beraktivitas bisnis. Anas meriwayatkan bahwa Nabi
pernah menawarkan sebuah kain pelana dan bejana untuk minum seraya
mengatakan, "Siapa yang ingin membeli kain pelana dan bejana air
minum?" Seorang laki-laki menawarnya seharga satu dirham, dan Nabi
menanyakan apakah ada orang yang akan membayar lebih mahal. Seorang
laki-laki menawar padanya dengan harga dua dirham, dan beliapun
menjual barang tersebut padanya (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu
Majah)

Nasihat dan Teladan untuk Pebisnis Modern
Bisnis dan perdagangan termasuk dalam kegiatan manusia yang
terpenting. Bisnis dan perdagangan diperlukan karena tidak ada
seorangpun yang dapat hidup dengan sempurna, mampu menyediakan segala
keperluan dan tuntutan hidupnya sendiri tanpa melibatkan orang lain.
Oleh karena itu manusia saling memerlukan, bekerjasama dan saling
tolong menolong.

Islam mendorong ummatnya berusaha mencari rezeki supaya kehidupan
mereka menjadi baik dan menyenangkan. Allah SWT menjadikan langit,
bumi, laut dan apa saja untuk kepentingan dan manfaat manusia. Manusia
hendaklah mencari rezeki yang halal. Firman Allah dalam surah An-Naba
(78): 10-11 :

"Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk
penghidupan. Dalam ayat itu Allah mengajarkan keseimbangan antara
mencari rezeki untuk kehidupan dan beristirahat (leisure). Malam hari
untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga dan siang hari bekerja
mencurahkan tenaga, berbisnis berdagang untuk mencari rezeki."

Aisyah pernah meriwayatkan bahwa Rasululah bersabda, "Hal-hal yan
paling menyenangkan yang engkau nikmati adalah yang datang dari hasil
tanganmu sendiri, anak-anakmu berasal dari apa yang engkau hasilkan"
(HR. Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah). Nabi juga bersabda, "Berusaha
mendapatkan nafkah yang halal adalah kewajiban disamping tugas-tugas
lainnya yang telah diwajibkan" (HR. Baihaqi).

Beliaupun memberikan nasihat untuk kita yang bisa senantiasa menjadi
motivasi dan perlu diamalkan. Rafi' bin Judaij berkata bahwa
"Rasulullah saw ketika ditanya, usaha apakah yang paling baik? Rasul
menjawab: yaitu usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan semua
jual beli yang baik" (HR. Hakim). Usaha dengan tangan sendiri bisa
dalam bentuk aktivitas jasa, produksi, pertanian, perikanan maupun
yang lain. Sedang jual beli adalah aktivitas bisnis peniagaan barang
dan jasa.

Dalam beberapa hadist Rasulullah SAW memberikan dorongan kepada
ummatnya untuk mencari rezeki dengan berusaha dan berdagang.
Rasulullah sendiri adalah contoh seorang pedagang yang sukses. Ketika
masih kecil beliau telah menemani pamannya Abu Thalib berdagang ke
Syam. Detelah memasuki usia dewasa bahkan beliau sendiri menjalankan
bisnis milik Siti Khadijah ke Syam dan kembali dengan keuntungan yang
besar. Ini adalah bukti kemampuan, kepercayaan dan amanah beliau
sebagai pedagang. Rasulullah SAW bersabda : "Pedagang yang amanah dan
benar akan bersama dengan para syuhada di hari qiyamat nanti" (HR.
Ibnu Majah dan al-Hakim).

Muhammad -yang menjadi pedagang sejak usia muda- mempunyai empat kiat
sukses berbisnis. Yakni, sidiq (benar), amanah (dapat dipercaya),
fatonah (cerdas, cerdik, memahami manajemen dan strategi bisnis), dan
tabligh (kemampuan komunikasi dan meyakinkan relasi atau pembeli).
Bila keempat sifat atau kiat ini ada pada seorang pebisnis, insya
Allah dia akan berhasil. Ini merupakan karakter bisnis yang Islami.
Namun, bisa pula diterapkan oleh siapa pun, sebab ajaran Islam itu
bersifat universal.

Muhammad telah melakukan transaksi-transaksi perdagangannya secara
jujur, adil dan tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh atau
kecewa. Ia selalu menepati janji dan mengantarkan barang dagangan
dengan standar kualitas sesuai permintaan pelanggan. Reputasinya
sebagai pedagang yang benar-benar jujur telah tertanam sejak muda. Ia
selalu memperlihatkan rasa tangungjawabnya terhadap setiap transakasi
yang dilakukan. Lebih dari itu, Muhammad juga meletakkan
prinsip-prinsip dasar dalam melakukan transaksi dagang secara adil
(Afzalurrahman, 1996).

Nasihat-nasihat beliau bisa dijadikan sebagai moralitas baru yang akan
membingkai aktivitas para pebisnis hari ini. Muhammad sangat sopan dan
baik hati dalam melakuan transaksi binis perdagangan. Selain itu
beliau juga menasehati para sahabatnya untuk bersikap yang sama kapan
saja dan dengan siapa saja mereka melakukan transaksi. Jabir
meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata, "Rahmat Allah atas orang yang
berbaik hati ketika ia menjual dan membeli, dan ketika ia membuat
keputusan" (HR. Bukhori). Dalam kesempatan yang lain Abu Sa'id
meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata, "Saudagar yang jujur dan dapat
dipercaya akan dimasukan dalam golongan para Nabi, Shiddiqien dan
Syuhada" (HR. Tirmidzi). Dan banyak lagi ajaran yang menjadi framework
kita dalam berbisnis yang perlu dikaji lebih jauh.
Marketing dalam bisnis adalah sebuah konsep yang dimunculkan untuk
menghasilkan sebuah penjualan atau lebih jauh diharapkan dapat
mendatangkan keuntungan untuk perusahaan atau individu.
Banyak sekali konsep-konsep marketing dibuat seiring denga kemajuan
jaman. Semakin tinggi persaingan maka akan semakin sulit untuk
melakukan penjualan, semakin sulitnya penjualan maka akan semakin
banyak konsep-konsep marketing untuk menghalalkan segala cara untuk
mencapai tujuan. Ada kalanya yang "menyerah" dan beralih ke bidang
lain, tetapi tidak sedikit pula untuk mencapai tujuan mereka mendobrak
etika dalam berbisnis.
Etika adalah sebuah peraturan sosial yang tidak tertulis namun secara
tidak langsung langsung disepakati dan dilaksanakan oleh seluruh
masyarakat dalam kontek sosial, sehingga bila etika dilanggar maka
hukuman yang timbul juga akan bersifat sosial seperti dijauhi atau
diacuhkan dan yang paling berat adalah dimasukkan dalam daftar hitam
oleh masyarakat.
Setiap masyarakat mempuyai etika yang berbeda sesuai bidangnya
termasuk dalam berbisnis. Pada dasarnya etika dalam berbisnis secara
keseluruhan mempunyai 2 poin utama yaitu tidak menipu atau mengelabui
dan tidak melanggar nilai-nilai kesopanan dalam masyarakat.
Marketing digunakan untuk mendapatkan uang, sehingga kadangkala etika
tidak lagi dipergunakan dalam berbisnis. Saling menjatuhkan, saling
menjilat, saling menginjak hingga melakukan kebohongan seakan-akan
disahkan dalam suatu strategi marketing.
Kecap tidak ada nomor dua, semuanya no 1. Komunikasi dalam promosi
yang membesar-besarkan produk secara berlebihan yang sebenarnay tidak
mencerminkan keadaan produk sebenarnya, sehingga menipu konsumen
seringkali kita jumpai dalam segala bidang. Pergesaran pola pemasaran
dari pola tradisional ke modern semakin mengecilkan etika dalam
berbisnis.
Lalu bagaimana untuk menjalankan bisnis? apakah tidak perlu
marketing?.. tetapi yang perlu diingat pada dasarnya kita akan selalu
melakukan marketing dalam setiap apa yang kita lakukan..!!
Apa yang kita butuhkan? yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis
adalah ilmu dan konsep marketing yang jujur. Kenapa harus jujur?
Perusahaan tentunya ingin mendapatkan hasil yang maksimal denga
berdasarkan kekuatan loyalitas dari konsumennya. Karena pelanggan yang
setia akan selalu menggunakan produknya Kesetiaan tercipta dari
kepercayaan dan kepercayaan lahir dari hubungan yang baik yang
didasari oleh sikap saling percaya. Saling percaya akan terbentuk
apabila keduabelah pihak sama-sama jujur.
Kembali kepada marketing yang jujur, sejauh ini di dunia ada satu
manusia yang paling jujur dan paling dipercaya (al-amin) yaitu Nabi
Muhammad SAW yang kebeteulan beliau bukan hanya seorang nabi tetapi
sebelum mendapat gelar kenabiannya beliau adalah seorang pengusaha.
Apa yang telah beliau laksanakan dalam berdagang, sangatlah menarik
untuk diperhatikan terlepas dari kapasitasnya sebagai seorang Nabi
utusan Allah SWT, tetapi sebagai seorang pedagang.
Marketing Muhammada adalah marketing yang dilakukan oleh Muhammad pada
abad ke 7, dimana beliau menempatkan sikap jujur , ikhlas,
Profesionalisme, Silahturahmi dan Murah hati sebagai lima rumusan
konsep dalam berdagang yang dilakukan oleh beliau
Kejujuran yang diikuti konsep ikhlas akan membentuk seorang marketer
atau sebuah perusahaan tidak lagi emmandang materi sebagai tujuan
utama. Tetapi lebih terbuka kepada keberhasilan/ keuntungan baik secara
materi maupun non materi bahkan terhadap suatu kegagalan.
Kedua konsep tersebut dibingkai oleh sikap Profesionalisme sehinga
sorang marketer/perusahaan akan memaksimalkan suatu pekerjaan atau
dalam menghadapi masalah, tidak mudah menyerah maupun menjadi pengecut
bila mendapatkan resiko.
Silahturahmi, adalah konsep keempat yang menjembati antar manusia
dengan manusia baik bukan saja antar penjual dan pendagang bahkan
dengan kompetitor sekalipun.
Konsep terakhir adalah konsep Murah hati, konsep ini menjadikan contoh
dari Muhammad dalam menjual dan membeli sehingga akan menimbulkan
respect to people sehingga akan melanggengkan setiap usaha yang akan
kita lakukan.
Sudahkan anda sahabatku menjalankan 5 konsep marketing ala nabi
Muhammad SAW hari ini, dan bagaimana hasilnya menurut anda wahai
sahabat ...?
disadur dari Marketing Muhammad : Strategi Bisnis Nabi Muhammad dalam
memenangkan Persaingan Pasar; Thorik Gunara dkk, 2006

Sumber: dari milis TDA 02 July 2009


Sunday, June 28, 2009

KOTA BALIKPAPAN

Sejarah Asal-usul Nama Kota Balikpapan


Nama Balikpapan kurang jelas kapan berasal dan apa makna nama itu. Menilik susunan katanya dapat dimasukkan ke dalam asal kata bahasa Melayu. Menurut buku karya F. Valenijn pada tahun 1724, menyebut suatu daerah di hulu sebuah sungai di sebuah Teluk sekitar tiga mil dari pantai, desa itu bernama BILIPAPAN. Lepas dari persoalan ucapan maupun pendengaran, jelas bahwa nama tersebut dikaitkan dengan sebuah komunitas pedesaan di teluk yang sekarang dikenal dengan nama Teluk Balikpapan.




Sejarah Asal-usul Nama Kota Balikpapan


Nama Balikpapan kurang jelas kapan berasal dan apa makna nama itu. Menilik susunan katanya dapat dimasukkan ke dalam asal kata bahasa Melayu. Menurut buku karya F. Valenijn pada tahun 1724, menyebut suatu daerah di hulu sebuah sungai di sebuah Teluk sekitar tiga mil dari pantai, desa itu bernama BILIPAPAN. Lepas dari persoalan ucapan maupun pendengaran, jelas bahwa nama tersebut dikaitkan dengan sebuah komunitas pedesaan di teluk yang sekarang dikenal dengan nama Teluk Balikpapan.

Terdapat beberapa versi terkait dengan asal-usul nama Balikpapan :

1. Versi Pertama ( Sumber : Buku 90 Tahun Kota Balikpapan yang mengutip buku karya F. Valenijn tahun 1724 )

Menurut legenda asal nama Balikpapan adalah karena sebuah kejadian yang terjadi pada tahun 1739, sewaktu dibawah Pemerintahan Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai, yang memerintahkan kepada pemukim-pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbang bahan bangunan guna pembangunan istana baru di Kutai lama. Sumbangan tersebut ditentukan berupa penyerahan sebanyak 1000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit yang dibawa ke Kutai Lama melalui sepanjang pantai. Setibanya di Kutai lama, ternyata ada 10 keping papan yang kurang (terlepas selama dalam perjalanan) dan hasil dari pencarian menemukan bahwa 10 keping papan tersebut terhanyut dan timbul disuatu tempat yang sekarang bernama "Jenebora". Dari peristiwa inilah nama Balikpapan itu diberikan (dalam istilah bahasa Kutai "Baliklah - papan itu" atau papan yang kembali yang tidak mau ikut disumbangkan).



2. Versi Kedua ( Sumber : Legenda rakyat yang dimuat dalam buku 90 Tahun Kota Balikpapan )

Menurut legenda dari orang-orang suku Pasir Balik atau lazim disebut Suku Pasir Kuleng, maka secara turun menurun telah dihikayatkan tentang asal mula nama "Negeri Balikpapan". Orang-orang suku Pasir Balik yang bermukim di sepanjang pantai teluk Balikpapan adalah berasal dari keturunan kakek dan nenek yang bernama " KAYUN KULENG dan PAPAN AYUN ". Oleh keturunannya kampung nelayan yang terletak di Teluk Balikpapan itu diberi nama "KULENG - PAPAN" atau artinya "BALIK - PAPAN" (Dalam bahasa Pasir, Kuleng artinya Balik dan Papan artinya Papan) dan diperkirakan nama negeri Balikpapan itu adalah sekitar tahun 1527.



Hari Jadi Kota Balikpapan


Hari jadi Kota Balikpapan ditentukan pada tanggal 10 Februari 1897. Penetapan tanggal ini merupakan seminar sejarah Kota Balikpapan tanggal 1 Desember 1984. Tanggal 10 Februari 1897 ini adalah tanggal Pengeboran pertama minyak di Balikpapan yang dilakukan Perusahaan Mathilda sebagai dari pasal-pasal kerjasama antara J.H Menten dengan Mr. Adam dari Firma Samuel dan CO.



Nilai Budaya Kota Balikpapan


Kota Balikpapan berawal sejak ditemukannya sumur minyak oleh Matilda pada tanggal 10 Februari 1897. Sejak saat itulah Kota Balikpapan diminati oleh masyarakat luar karena terkenal sebagai kota minyak. Berbagai suku di Indonesia khususnya Kalimantan sendiri, Sulwesi dan Jawa datang untuk mencari nafkah di Balikpapan.


Perkembangan Kota Balikpapan semakin pesat, masyarakat Kota Balikpapan secara langsung terjadi akulturasi berbagai budaya, berbagai suku di Indonesia, ini bisa tercermin dari bahasa pengantar yang digunakan warga Balikpapan adalah yaitu bahasa Indonesia baik sekolah, rumah, tempat kerja dan lain-lain.


Pada kurun waktu yang bersamaan keragaman etnis yang datang diikuti pula dengan berbagai adat istiadat dan agama. Adat istiadat dari berbagai etnis sangat terbina dengan baik, demikian pula penganut agama yang dipeluknya. Hal ini didukung oleh adanya faktor akulturasi budaya, sehingga hubungan masyarakat terjalin harmonis secara turun temurun. Yang menjadi khas Kota Balikpapan adalah tidak terdapat dominasi salah satu suku, baik dari suku asli Kalimantan maupun suku pendatang, sehingga perekat bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia.


Sebagai wujud implementasi dalam rangka memelihara, menjaga dan meningkatkan integritas, kondusif Kota Balikpapan, sesuai motto Balikpapan Kubangun, Kujaga dan Kubela.


Balikpapan sebagai kota yang strategis dan kondusif, sangat didukung oleh masyaraat, terutama dalam keramahan dan kebersamaaan warga kota dalam keragaman suku / etnis, budaya, nilai kekerabatan antar suku sangat kental, sebagai modal utama mengantarkan Balikpapan sebagai masyarakat yang madani, yang memiliki masyarakat majemuk yang hidup rukun, harmonis, berperadaban modern, maju serta mamiliki nilai-nilai moralitas spiritual, agama dan kepercayaan masing-masing.


Nilai guyub / kebersamaan yang tinggi mampu mengikat rasa persaudaraan antar suku, menjadikan pondasi terbangunnya kondisi terus terjaga, menjadikan Kota Balikpapan sebagai Kota Bersih, Indah, Aman dan Nyaman.

Budaya bersih dan wawasan lingkungan, juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan pada umumnya telah menjadi ciri masyarakat Balikpapan, terakomodir secara profesional dalam program Pemerintah Kota Balikpapan, yakni : CLEAN, GREEN and HEALTHY (Bersih, Hijau dan Sehat)



Arti Gambar dan Lambang Daerah Kota Balikpapan


No Detail Arti / Keterangan
1 Bentuk Lambang Perisai
2 Perbandingan Ukuran 3 : 4
3 Perisai Pelindung dalam perjuangan mencapai cita-cita revolusi Indonesia
4 Warna Hijau Daun Kemakmuran
5 Warna Putih Kesucian
6 Warna Merah Keberanian
7 Warna Kuning Emas Keluhuran
8 Warna Biru Muda Ketentraman
9 Manuntung Tabah Sampai Akhir
10 Bintang Segi Lima Pancasila
11 Tangga, Padi, Kapas, Roda dan Kilang Sumber Inspirasi dan Aspirasi Untuk Membangun
12 Dua Buah Layar Pintu Gerbang Kalimantan Timur
13 Perahu dengan Dua Buah Lengkungan Layar Bagian Bawah Latar Belakang Geografis
14 Telabang Pertahanan dan Kebudayaan
15 Kilang dan Teluk di bawah Lekukan Layar Mengesankan Ciri Khas Kota Balikpapan
16 Bunga Dan Daun Kapas Berjumlah 21 Tanggal 21-01-1960 merupakan tanggal permulaan berdirinya Pemerintahan Kotamadya Balikpapan.
17 Telabang Berjumlah 1
18 Butir Padi Berjumlah 60
* Lampiran Peraturan Daerah Kotamadya Balikpapan No.01 /P.D./19 - 70 Tanggal 19 Januari 1970 tentang Lambang Daerah Kotamadya Balikpapan



Visi Kota Balikpapan

Terwujudnya Balikpapan sebagai kota industri, perdagangan, jasa dan pariwisata yang didukung oleh penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (Good Governance) dan masyarakat yang beriman, sejahtera, religius dan berperadapan maju (Madinatul Iman)

Misi Kota Balikpapan

Mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, sehat jasmani dan memiliki daya saing dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Meujudkan tersedianya infrastruktur kota yang mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan fungsi kota di masa depan.
Mewujudkan kondisi kota yang layak huni dan berwawasan lingkungan.
Mewujudkan perekonomian kota yang berorientasi kepada pengembangan potensi ekonomi kerakyatan dan pengembangan basis ekonomi kota di masa depan.
Mewujudkan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (Good Governance)
Mewujudkan penegakan hukum yang menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.


Nama-nama Walikota Balikpapan


1. H.A.R.S.MUHAMMAD ( 1960 - 1963 )

2. MAYOR TNI. AD BAMBANG SOETIKNO ( 1963 - 1965 )

3. MAYOR TNI.AD IMAT SAILI ( 1965 - 1967 )

4. MAYOR POL.ZAINAL ARIFIN ( 1967 - 1973 )

5. LETKOL.POL.H.M.ASNAWI ARBAIN ( 1974 - 1981 )

6. KOL.CZI.TNI.AD.SYARIFUDIN YOES ( 1981 - 1989 )

7. H. HERMAIN OKOL (Sebagai Plt.Walikota) ( 1989 - 1991 )

8. KOL.INF.H.TJUTJUP SUPARNA ( 1991 - Juni 2001)

9. H. IMDAAD HAMID ( Juni 2001 - Sampai Dengan Sekarang )

Sumber: www.balikpapan.go.id

cv. Aulia Mandiri melayani courier, cargo, & flight charter.


Sunday, June 21, 2009

CV. AULIA MANDIRI

Saya telah memutuskan untuk melanglang buana per 16 Mei 2009. Resmi menjadi full offering seeker di bidang kargo wilayah Kalimantan Timur. Saya siap bagi perusahaan, organisasi, perorangan yang memerlukan bantuan untuk distribusi barang/kargo di wilayah Kalimantan. Dengan balutan social behaviour membantu menjadi jembatan kepercayaan client kolega agar benderanya tetap berkibar di mata konsumen, membantu menjembatani penanganan barang/kargo agar sampai di tangan si penerima dengan selamat, cepat dan tepat. Membantu agar rekanan tetap berpeluang menjaga tali silaturahmi dengan client walaupun banyak perusahaan kargo yang telah mempunyai cabang sendiri di Balikpapan atau Kalimantan Timur.




Saya telah memutuskan untuk melanglang buana per 16 Mei 2009. Resmi menjadi full offering seeker di bidang kargo wilayah Kalimantan Timur. Saya siap bagi perusahaan, organisasi, perorangan yang memerlukan bantuan untuk distribusi barang/kargo di wilayah Kalimantan. Dengan balutan social behaviour membantu menjadi jembatan kepercayaan client kolega agar benderanya tetap berkibar di mata konsumen, membantu menjembatani penanganan barang/kargo agar sampai di tangan si penerima dengan selamat, cepat dan tepat. Membantu agar rekanan tetap berpeluang menjaga tali silaturahmi dengan client walaupun banyak perusahaan kargo yang telah mempunyai cabang sendiri di Balikpapan atau Kalimantan Timur.

Harga yang ditawarkan tidak harus fixed rate, melainkan elastis dan negotiable.
CV. Aulia Mandiri melayani penerusan kargo wilayah Balikpapan dengan harga Rp.2000/kg, di atas 100 Kg, bisa nego. Serta penerusan kargo ke kota-kota lainnya di Kalimantan Timur.

Genap sebulan, Alhamdulillah mulai bermunculan rekanan yang mempercayakan rekanannya kapada kami juga beberapa proyek yang besar. Sehingga CV. Aulia Mandiri melayani :
1. Penerusana kargo wilayah Balikpapan via udara, Bandara Sepinggan
2. Penerusan kargo wilyaha Balikpapan via laut, Pelbuhan Semayang.
3. Penerusana kargo kota-kota lainnya di Kalimantan Timur baik via udara maupun darat.
4. Transportasi kargo darat wilayah Balikpapan dan kota-kota lainnya
5. Pengiriman barang via udara
6.Pengriman barang via kapal laut.

Kami siap menjadi mitra Anda, bersama menebar manfaat dan barakah.

Tuesday, May 5, 2009

Kenali diri saya sendiri .....

Sejauh mana saya sudah kenal diri saya sendiri ? konsep introspeksi diri sangat relevan dengan jalan bagaimana cara memulai langkah pertama untuk keluar dari wilayah karyawan alias Tangan Di Bawah ( TBD), secara sudut yang sempitnya. Saya sering bingung dan terus berputar bagaimana ingin segera usaha sendiri, usaha apa ? bagaimana mulainya. Ternyata kenali dulu diri saya secara menyeluruh, resep jalan tolnya dengan salat malam.

Dari pemahaman salat malam terkuak beberapa intisari yang dijabarkan oleh satu buku, karena saya yakin itu semua adalah hnaya beberapa hasil dari salat malam. Karena saya kurang paham dalam pengungkapan dengan kata.


Sejauh mana saya sudah kenal diri saya sendiri ? konsep introspeksi diri sangat relevan dengan jalan bagaimana cara memulai langkah pertama untuk keluar dari wilayah karyawan alias Tangan Di Bawah ( TBD), secara sudut yang sempitnya. Saya sering bingung dan terus berputar bagaimana ingin segera usaha sendiri, usaha apa ? bagaimana mulainya. Ternyata kenali dulu diri saya secara menyeluruh, resep jalan tolnya dengan salat malam.

Dari pemahaman salat malam terkuak beberapa intisari yang dijabarkan oleh satu buku, karena saya yakin itu semua adalah hnaya beberapa hasil dari salat malam. Karena saya kurang paham dalam pengungkapan dengan kata.

Berikut adalah butir-butir yang antara lain diambilkan dari buku dengan judul You, Inc. (Warner Business Book – New York, 2007):


1. Tentukan tujuan hidup Anda ( misalnya bagi muslim seperti kita tujuan hidup ini bisa ‘sederhana’ – mencari Ridla Allah semata, atau memperoleh kebaikan kehidupan di dunia dan kebaikan pula di akhirat).

2. Kenali diri Anda, kelemahan Anda, kekuatan Anda – potensi yang ada di diri Anda.

3. Analisa apa yang Anda lakukan selama ini, sudah kah menuju tujuan hidup Anda ?, sudahkan Anda atasi kelemahaan Anda, sudahkah Anda optimalkan penggunaan kekuatan Anda ?.

4. Dandani kelemahan Anda – apapun kelemahan itu. Kalau kelemahan tersebut misalnya Gatek (gagap teknologi) di era informasi ini, padahal penguasaan teknologi ini menjadi pintu bagi pengembangan diri Anda, maka fokuslah untuk memperbaiki kelemahan ini dengan kursus-kursus dan berguru pada yang mampu, membaca buku, berlatih terjun di dalamnya dlsb.

5. Asah potensi Anda; bisa jadi ada intan berlian pada diri Anda – hanya selama ini mungkin Anda sendiri hanya melihatnya sebagai batu biasa – maka kini saatnya mengasahnya secara maksimal sampai intan berlian tersebut benar-benar memantulkan sinar terbaiknya.

intisari www.geraidinar.com

Friday, May 1, 2009

Saatnya tiba

Dengan tegar saya berusaha untuk menguatkan transisi perpindahan ke zona zag zig zug dari zona aman. Hari ini, Sabtu 02 Mei 2009, saya memberanikan diri membuka wacana "resign" ke manajemen telebih ada hal yang membuat saya mengambil keputusan ini.



Dengan tegar saya berusaha untuk menguatkan transisi perpindahan ke zona zag zig zug dari zona aman. Hari ini, Sabtu 02 Mei 2009, saya memberanikan diri membuka wacana "resign" ke manajemen telebih ada hal yang membuat saya mengambil keputusan ini.

Zona aman membuat saya terlena. dengan pendapatan pasti Rp. 14.4 jt take home pay Rp. 12.6 jt, untuk ukuran keluarga kecil dan secara umum keluarga Indonesia tentunya nilai gaji tersebut cukup memenuhi kebutuhan.

Ya, Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, ada niatan lain yang semoga Engkau memberi kekuatan dan petunjuk, Amien.




Tuesday, April 21, 2009

Mulai dari yang kecil

Surat Pemutusan Hubungan Kerja yang diterimanya pagi itu seperti sambaran petir di siang bolong. Tanpa ada pemberitahuan lebih dahulu soal kondisi perusahaan yang sedang kolaps, surat itu muncul secara tiba-tiba. Bersama dengan beberapa kawan senasib, Miming memang tidak punya pilihan kecuali menerimanya. Bossnya punya dua toko kertas, dan sudah menentukan pilihan bahwa toko yang akan ditutup adalah toko tempatnya bekerja. Bukan toko yang lain.



Cerita menarik daril milis TDA.
Posted by: "Zainal Abidn"

Surat Pemutusan Hubungan Kerja yang diterimanya pagi itu seperti sambaran petir di siang bolong. Tanpa ada pemberitahuan lebih dahulu soal kondisi perusahaan yang sedang kolaps, surat itu muncul secara tiba-tiba. Bersama dengan beberapa kawan senasib, Miming memang tidak punya pilihan kecuali menerimanya. Bossnya punya dua toko kertas, dan sudah menentukan pilihan bahwa toko yang akan ditutup adalah toko tempatnya bekerja. Bukan toko yang lain.

Apa yang akan dikerjakannya? Belum terpikir. Bahkan selama seminggu, ia tidak punya kekuatan untuk menyampaikan berita PHK itu kepada istrinya. Dan selama seminggu itu, ia keluar dari rumah seperti biasa, layaknya berangkat kerja. Sore pun ia pulang layaknya seperti ketika ia pulang kerja. Sehari-hari yang dilakukannya adalah menyambangi beberapa kawan senasib, serta beberapa pemasok kertas di toko tempat bekerjanya dahulu. Tak ada berita lain. Ia hanya mengabarkan nasib buruk yang menimpanya.

Hari itu hari Jumat. Seperti biasa, ia pamit pada istrinya, seolah ia hendak berangkat bekerja. Hari itu, ia sudah ada janji dengan seorang kawannya, yang sudah jadi seorang teknisi mesin fotocopy sekaligus pemasok sparepartsnya. Siapa tahu, ada yang bisa dilakukannya, agar di akhir bulan ia dapat sejumlah uang untuk menjaga dapurnya tetap ngebul.

Pertemuan cukup lancar. Ia bisa jadi sales untuk jasa perbaikan mesin fotocopy sekaligus spareparts mesinnya. Rencananya, ia akan memulai aktivitas salesnya hari itu juga.

Usai pertemuan, sudah jam 11.30. Waktunya shalat Jumat. Dicarinya mesjid terdekat. Di pintu mesjid, ia ambil selembar selebaran. Lumayan buat dibaca-baca sambil menunggu saat khatib berkhutbah. Selebaran itu dilipatnya, dan ia pun mengambil air wudhu. Usai wudhu, ia pun mencari tempat di jajaran saf depan. Dikeluarkannya selebaran dari sakunya.

Wow, selebaran yang beda dari biasanya. Dan salah satu isinya merupakan harapannya. Di situ ada pengumuman pelatihan wirausaha gratis. Hare gene ada yang nawarin pelatihan gratis?

Usai shalat Jum'at, ia segera menuju alamat yang tertera dalam selebaran itu. Setelah beberapa kali bertanya, ia berhasil menemukan alamat yang dicarinya. Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Republika. Dan ia beruntung. Itu adalah hari terakhir pendaftaran, dan hari Senin pelatihannya dimulai. Full day, selama 5 hari. He he he ... Lima hari ke depan nggak perlu cari-cari tempat buat buang waktu. Ikut pelatihan aja ...

Dalam 5 hari pelatihan itu, ia bertemu dengan banyak guru. Ada Eri Sudewo. Ada Jamil Azzaini. Ada Nasruddin Latief. Ada Wahyu Saidi. Ada Supardi Lee. Nggak lupa juga, gurunya monyet, Zainal Abidin. Ada juga tontonan bermutu seperti film Men of Honor dan Door to Door. Ada praktek jualan air mineral, yang kemudian menunjukkan pada dirinya, bahwa cari duit itu nggak susah-susah amat. Asal mau bertindak.

Banyak pelajaran. Banyak pengalaman. Pelatihan baru sehari, sudah bisa memaksanya bicara terus terang pada istrinya, perihal PHK yang menimpanya. Kekhawatirannya bahwa sang istri akan kecewa, marah dan sebagainya, tidak terbukti. Ia justru semakin yakin, bahwa perempuan itu adalah istri yang baik. Tidak hanya siap menerima senang, tetapi juga siap susah bersama.

Usai pelatihan, adalah saatnya bertindak. Dengan sedikit rasa sungkan, ia datangi hampir semua toko alat tulis dan jasa fotocopy, di setiap ruas jalan yang dilaluinya. Ia menawarkan dua hal. Pasokan kertas dan jasa perbaikan mesin fotocopy. Hari pertama, dilalui tanpa order. Begitu juga hari kedua. Begitu juga hari ketiga.

Ternyata, tidak semua hasil pelatihan bisa dipraktekkan secara langsung. Banyak toko yang didatanginya, tidak bersedia membayar terlebih dahulu sebelum barang diantar. Sebaliknya, pemasok kertas pun tidak bersedia memberikan barang dagangannya sebelum dibayar. Satu-satunya harapan, tentu Institut Kemandirian. Siapa tahu sekolah ini bersedia meminjamkan uang untuk modal usahanya.

Di sana, ia bertemu dengan pimpinan sekolah. Diutarakannya keinginannya. Apa jawabannya? Ia malah ditanya, punya televisi atau tidak? Punya sepeda motor apa tidak? Baru ditanya, butuhnya berapa?

Kalo hanya butuh seratus dua ratus ribu, jual aja dulu televisi di rumah ... Kalo sampai jutaan, kan sepeda motornya bisa dijual dulu ...

He he he ... Benar juga, pikirnya. Beberapa barang berharga miliknya pun berganti rupa jadi rupiah. Dengan uang tidak seberapa itu, ia membayar beberapa rim kertas. Dan usahanya pun berjalan. Tentu saja, putarannya tidak terlalu cepat.

Berkali-kali ia datangi sekolah terakhirnya. Konsultasi. Bertukar-pikiran. Diskusi. Dan suatu saat, ia dapat tambahan modal. Tidak banyak. Hanya dua juta rupiah, yang harus dibayar dengan cara mencicil selama satu tahun.

Hari ini, saya berhadapan langsung dengan tokoh utama cerita di atas. Namanya Miming. Saya sempatkan waktu untuk datang langsung ke tokonya. Subhaanallaah. Ia sekarang sudah berjualan di sebuah toko yang disewanya delapan juta rupiah setahun. Sebuah toko yang berisi barang dagangan berupa alat tulis yang relatif lengkap. Tidak ada kursi. Tempat duduk saya adalah tumpukan kertas fotocopy yang siap dijual.

"Berapa omset sebulan, pak Miming?" tanya saya.

Yang ditanya tidak menjawab. Ia hanya menyodorkan sebuah buku catatan. Itu catatan omset hariannya, sejak toko itu dibuka setahun lalu. Hari pertama hanya dapat Rp. 113.500,- Selama sebulan pertama, omsetnya hanya dua jutaan rupiah.

Hari ini, tanpa terasa air mata saya mengalir. Saya terharu. Bukan karena melihat omset bulan pertama. Hari ini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, omset bulanannya mencapai enam puluh lima juta rupiah.

Terima kasih, Tuhan ...




Saturday, April 18, 2009

Renungan harian

12-April-2009
ESQ: Kita adalah hamba Al Akhir, karena itu hiduplah dengan suatu visi, yang akan menjadikan kita selalu bergerak dengan arah yang jelas

11-April-2009
ESQ: Jika ingin berbuat baik, tak perlu berandai-andai. Mulailah dengan yang kita miliki saat ini, meskipun tampak kecil, sudah cukup untuk berbuat baik.



12-April-2009
ESQ: Kita adalah hamba Al Akhir, karena itu hiduplah dengan suatu visi, yang akan menjadikan kita selalu bergerak dengan arah yang jelas

11-April-2009
ESQ: Jika ingin berbuat baik, tak perlu berandai-andai. Mulailah dengan yang kita miliki saat ini, meskipun tampak kecil, sudah cukup untuk berbuat baik.

10-April-2009
ESQ: Ya Allah, berikan hati kami yang lapang, agar bisa mensyukuri segala yang terbaik yang engkau berikan pada kami, bukan malah mempertanyakannya.

9-April-2009
ESQ: Siapa yang melazimkan istighfar, Allah akan menghadirkan solusi didalam setiap kesulitan, peluang ditengah kesempitandan rzeki yang tak terduga

8-April-2009
ESQ: Untuk menuju keselamatan, gunakan mata hati dalam memandang jalan kehidupan yang akan ditempuh. Dan dengarkan suara hati yang menyuarakan kebenaran.

7-April-2009
ESQ: Bersiaplah untuk kecewa bila kita mencintai sesuatu melebihi cinta kita pada-Nya. Rasakan kedamaian bila kita berhasil meletakkan cinta pada-Nya diatas segalanya.

6-April-2009
ESQ: Dan siapa saja yang sedang disempitkan rezekinya oleh Allah, maka hendaknya mereka mengeluarkan sedekah. Allah akan adakan kemudahan setelah kesulitan.

5-April-2009
ESQ: Mohonlah pada Al Muhyi, Yang Maha Menghidupkan, agar dalam hati kita dihidupkan iman, keyakinan serta semangat sehingga kita mendapat hidup yang berkualitas.

4-April-2009
ESQ: Batasan pada pikiran akan menghambat potensi. Yakinlah pada suatu tujuan, maka ribuan kali kegagalan tak akan menyurutkan langkah dan niat kita

3-April-2009
ESQ: Ya Allah, berikan kami kesabaran dalam setiap kejadian. Baik saat kami sedih maupun saat gembira agar kami tidak termasuk orang2 yang melampui batas. Amin

2-April-2009
ESQ: Buku adalah gudang ilmu, sementara membaca adalah kuncinya. Dan sesungguhnya membaca tidak hanya pada buku, tapi juga pada segala kejadian

1-April-2009
ESQ: Ketika kita telah berdoa penuh harap dan berusaha sepenuh tenaga, jangan lupa untuk kemudian untuk menyerahkan hasilnya pada-Nya, agar yang terbaik diberika pada kita

Sumber : http://www.facebook.com/profile.php?id=1287434612&v=feed&story_fbid=68584838460#/note.php?note_id=69808562691