Sunday, April 12, 2009

Pintu Rejeki

9 DARI 10 PINTU REJEKI ADA DI PERNIAGAAN.

Hadits Rasululah di atas terus menerus menjadi master mind di benak saya untuk cepat mencari jawaban usaha perniagaan apa yang bisa dilakukan.


9 DARI 10 PINTU REJEKI ADA DI PERNIAGAAN.

Hadits Rasululah di atas terus menerus menjadi master mind di benak saya untuk cepat mencari jawaban usaha perniagaan apa yang bisa dilakukan.

Subhanallah, hari-hari dan berbulan-bulan terus mancari action yang sepakat hati dan tindakan serta ada dukungan dari istri. Saya larikan gundah ini ke sholat dan sabar, seperti termaktub dalam Alquran, tapi mamang sulit harus bagaimana ?
Mau stress, marah juga tetap tidak ada yang bisa di actions dengan segala keterbatasan yang ada. Proses ke arah penemuan usaha masing-masing pribadi berbeda walau inti tetap satu hati.

Sampai akhirnya, kenapa tidak menggunakan obat generik “pengenalan diri”. Tahajudlah jawabananya, termenung dalam kegelapan malam, yang memang rumah saya belumada lsitriknya, syahdu di keheningan malam yang singkat sekali ke waktu Shubuh, yang memang saya malas bukan ampun.

Rebahkan keinginan ke arah diri, Alhamdulillah ada curahan cahaya hati yang menerangi dan segera terbuka hati untuk action usaha kargo. Paling tidak diduga dalam waktu sebulan dapat jalan segera buka 2 toko sederhana.

Tidak dalam proses berbelit-belit, jika sudah saatnya Insya Allah pencarian makna hadist di atas sudah sejalan dengan pengenalan diri ini. Paling tidak usaha yang akan dijalankan sesuai dengan kehendak hati sehingga tidak akan terpaksa dan terarah menuju yang diinginkan.

Sekali dayung terengkuh dua pulau, sekalian saya buka usaha berbadan hokum CV untuk city courier dan kargo, terbersit di istri saya untuk buka toko atau warung. Alhamdulillah, begitu mudahnya jalannya ketemu rumah yang cocok untuk usaha dan harga. Belanja seadanya untuk segera jalan.

Alhamdulillah, Ya Allah aku sudah ada di jalan konsep “ 9 dari 10 pintu rejeki ada di perniagaan”. Semoga Engkau beri kami kekuatan-Mu dan petujuk-Mu. Agar kebarakahan rejeki ini bisa menghilangkan unsur riba yang menyelimuti ekonomi keluarga kami. Amienn.


Monday, April 6, 2009

Subhanallah

MENUJU MANAJEMEN ME SAUDAGAR WARUNG

Pada tanggal 20 February 2008 pada saat saya launching-kan keberanian untuk segera action usaha city courier dan cargo areal Balikpapan. Istri call utuk buka warung=toko kecil2an. Setelah menemukan dan melihat lokas yang cukup bagus. Tanpa piker panjang saya langsung go head setelah istri saya info perihal ini. Kalau berpikir seklai dua kali bisa menemui jalan buntu. Dengan Bismillah dan menjiwai semoga barokah yang dikonsepkan terwujud….



MENUJU MANAJEMEN ME SAUDAGAR WARUNG

Pada tanggal 20 February 2008 pada saat saya launching-kan keberanian untuk segera action usaha city courier dan cargo areal Balikpapan. Istri call utuk buka warung=toko kecil2an. Setelah menemukan dan melihat lokas yang cukup bagus. Tanpa piker panjang saya langsung go head setelah istri saya info perihal ini. Kalau berpikir seklai dua kali bisa menemui jalan buntu. Dengan Bismillah dan menjiwai semoga barokah yang dikonsepkan terwujud….

Mulai darti yag bisa dan kecil. Tidak perlu lengkap dan komplit yangh penting memenuhi beberapa permintaan supply. Beberapa orang sudah meminta disediakan ini dan itu setelah mengetahui kami akan membuka warung di tempat tersebut.

Posisi penyebutan supply & demand kami balikkan jadi demand & supply. Ternyata konsep ini lebih mudah jika diambil sederhananya. Kita tidak perlu survey lebih dalam jajanan apa pembeda dari toko samping kanan-kiri, gang kanan-gang kiri.

Sebulan kemudian ketemu dengan tempat lain yang menurut infomasi orang sekitar kesulitan memperoleh kebutuhan yang diinginkan. Dengan demand dan supply diputuskan Bismillah saya langsung kucurkan dana pinjaman untuk segera launching warung kedua.

Usaha kargo menjadi tersampingkan tapi realsistis ini ternyata muncul dalam seni “take action” akan ada jalan lain terbuka lebih dahulu atau kemudian sebagai pintu rahmat. Insya Allah. Dengan menguatkan konsep hadist Rasulullah, 9 dari 10 pintu rejeki ada di perniagaan. Copy paste dari Rasullah sewaktu muda sudah berurusana dengan niaga sehingga mencapai kebebasan financial sebeum usia 40 tahun. Maka dengan sendirinya akan ketemu beberapa yang bisa dipercaya untuk mengelola. Kita hanya memonitor dan memetik hasildan menafkahkan ke jalan sesuai arahan agama. Itulah konsep pengusaha yang berlainan dengan konsep penjual.

Sedangkan usaha kargo akan menemui jalannya sendiri. Insya Allah.

Amien…


Friday, April 3, 2009

Senjata air bah rejeki

Doa Mujarrab untuk Dapat Rizki dan Tunai Hutang
Yang mulia Sayyid Ali Akbar At-Tabrizi mengatakan: Sesungguhnya ayat tentang kerajaan (surat Al-Imran: 26-27), juga jika ditulis dan bawanya, dapat meluaskan pintu rizki. Selanjutnya beliau mengatakan: amalan ini telah ditajrib (dieksperimen) berkali-kali. Ayat dan cara mengamalkannya sebagai berikut:


Doa Mujarrab untuk Dapat Rizki dan Tunai Hutang
Yang mulia Sayyid Ali Akbar At-Tabrizi mengatakan: Sesungguhnya ayat tentang kerajaan (surat Al-Imran: 26-27), juga jika ditulis dan bawanya, dapat meluaskan pintu rizki. Selanjutnya beliau mengatakan: amalan ini telah ditajrib (dieksperimen) berkali-kali. Ayat dan cara mengamalkannya sebagai berikut:
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِك الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَ تَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَ تُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَ تُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ‏ِ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَ تُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَ تُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَ تُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَ تَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيرِ حِسَابٍ
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli `ala Muhammadin wa âli Muhammad
Qulillâhumma âlikal mulki tu’til mulka man tasyâu wa tanzi’ul mulka mimman tasyâu, wa tu’izzu man tasyâu wa tudzillu man tasyâu, biyadikal khayru innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr. Tûlijul layla fin nahâri wa tûlijun nahâra fil layli, wa tukhrijul hayya minal mayti wa tukhrijul mayyita minal hayyi wa tarzuqu man tasyâu bighayri hisâb.
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan (batas).” (Ali-Imran: 26-27).
Caranya Mengamalkan
Pertama: Dua ayat tersebut dibaca (40 kali) selama 40 hari.
Kedua: Setiap sesudah membaca dua ayat tersebut membaca Yâ Allâh (3 kali). Kemudian membaca doa berikut (3 kali):

اَنْتَ اللهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، تَجَبَّرْتَ اَنْ يَكُونَ لَكَ وَلَدٌ، وَتَعَالَيْتَ اَنْ يَكُونَ لَكَ شَرِيكٌ، وَتَعَظَّمْتَ اَنْ يَكُونَ لَكَ وَزِيْرٌ. وَتَعَالَيْتَ اَنْ يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ، اِقْضِ حَاجَتِي بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ اَجْمَعِينَ
Antallâhu lâ ilâha illâ Anta wahdaka lâ syarîka lak, tajabbarta ay yakûna laka walad, wa ta’âlayta ay yakûna laka syarîk, wa tazhzhamta ay yakûna laka wazîr. Yâ Allâhu Yâ Allâhu Yâ Allâh, iqdhi hâjatî bihaqqi Muhammadin wa âlihi shalawâtuka ‘alayhi wa ‘alayhim ajma’în.
Engkaulah Allah tiada Tuhan kecuali Engkau Yang Maha Esa tida sekutu bagi-Mu. Terlalu Agung Engkau untuk mempunyai anak, Terlalu Tinggi Engkau untuk memiliki sekutu, Terlalu Besar Engkau untuk mempunyai menteri. Ya Allah Ya Allah Ya Allah, tunaikan hajatku dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad. Semoga semua shalawat-Mu selalu tercurahkan kepadanya dan kepada mereka semua.
Untuk Menunaikan hutang
Syeikh Ath-Thabrasi meriwayatkan bahwa Mu’adz bin Jabal berkata: Pada suatu hari aku tidak shalat Jum’at bersama Rasulullah saw. Lalu beliau bertanya: “Wahai Mu’adz, mengapa kamu tidak shalat Jum’at? Mu’adz menjawab: Orang yahudi menghadangku di pintu rumahku karena hutangku, lempengan emas, sudah jatuh tempo. Tidak ada yang menaruh kasihan padaku selainmu, orang yahudi itu mau memasukkan aku ke penjara. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai Mu’adz, maukah kamu Allah yang menunaikan hutangmu? Mu’ad menjawab: Ya mau, ya Rasulullah. Rasulullah saw bersabda: “Bacalah (ayat tersebut di atas):
(قُلِ اللَّهُمَّ مَالِك … وَ تَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيرِ حِسَابٍ)
Kemudian membaca:
يَا رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَة وَرَحِيمَهُمَا تُعْطِي مِنْهَا مَاتَشَاءُ، وَتَمْنَعُ مِنْهُمَا مَاتَشَاءُ، اِقْضِ عَنِّي دَيْنِي
Yâ Rahmânad dun-ya wak-âkhirah wa rahîmahumâ, tu’thî minhumâ man tasyâ’, wa tamna’u minhumâ man tasyâ’, iqdhi ‘annî daynî.
Wahai Yang Maha Pengasih dunia dan akhirat, Yang Maha Penyayang dunia dan akhirat, Engkau memberikan dari keduanya apa yang Engkau kehendaki, dan Engkau menahan dari keduanya apa yang Engkau kehendaki, tunaikan hutangku.
Sekiranya kamu butuhkan bumi dipenuhi oleh emas, niscaya Allah menunaikan hutangmu.” (Tafsir Majma’ul Bayan)




Saturday, March 21, 2009

Prinsip kelola 1/3 harta

Ada sebuah nasihat yang sangat Indah kepada diri saya sendiri yang juga insyaallah bermanfaat bagi pembaca. Nasihat ini saya ambilkan dari kitab Riyadus –Shalihin yang ditulis oleh orang sholeh zaman dahulu yang terkenal keikhlasannya. Saking ikhlasnya Imam Nawawi, konon kitab asli dari Riyadus Shalihin tersebut tidak bisa dibakar oleh api.


Prinsip 1/3 Dalam Pengelolaan Harta


Ada sebuah nasihat yang sangat Indah kepada diri saya sendiri yang juga insyaallah bermanfaat bagi pembaca. Nasihat ini saya ambilkan dari kitab Riyadus –Shalihin yang ditulis oleh orang sholeh zaman dahulu yang terkenal keikhlasannya. Saking ikhlasnya Imam Nawawi, konon kitab asli dari Riyadus Shalihin tersebut tidak bisa dibakar oleh api.

Nasihat ini sendiri berasal dari hadits Rasulullah SAW yang panjang sebagai berikut : Dari Abu Hurairah RA, dari nabi SAW, beliau bersabda, “ Pada suatu hari seorang laki-laki berjalan-jalan di tanah lapang, lantas mendengar suara dari awan :” Hujanilah kebun Fulan.” (suara tersebut bukan dari suara jin atau manusia, tapi dari sebagian malaikat). Lantas awan itu berjalan di ufuk langit, lantas menuangkan airnya di tanah yang berbatu hitam. Tiba-tiba parit itu penuh dengan air. Laki-laki itu meneliti air (dia ikuti ke mana air itu berjalan). Lantas dia melihat laki-laki yang sedang berdiri di kebunnya. Dia memindahkan air dengan sekopnya. Laki-laki (yang berjalan tadi) bertanya kepada pemilik kebun : “wahai Abdullah (hamba Allah), siapakah namamu ?”, pemilik kebun menjawab: “Fulan- yaitu nama yang dia dengar di awan tadi”. Pemilik kebun bertanya: “Wahai hambah Allah, mengapa engkau bertanya tentang namaku ?”. Dia menjawab, “ Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang inilah airnya. Suara itu menyatakan : Siramlah kebun Fulan – namamu-. Apa yang engkau lakukan terhadap kebun ini ?”. Pemilik kebun menjawab :”Bila kemu berkata demikian, sesungguhnya aku menggunakan hasilnya untuk bersedekah sepertiganya. Aku dan keluargaku memakan daripadanya sepertiganya, dan yang sepertiganya kukembalikan ke sini (sebagai modal penanamannya)”. (HR. Muslim).

Bayangkan, bila Allah mengirimkan awan khusus untuk menyirami kebun kita. Di kala orang lain kekeringan, lahan kita tetap subur. Di kala usaha lain pada bangkrut usaha kita tetap maju, dikala krisis moneter menghantam negeri ini – kita tetap survive. Dan ketika usaha kita berjalan baik sementara saudara-sauadara kita kesulitan. sepertiga hasil usaha kita untuk mereka – alangkah indahnya sedeqah ini.

Bagaimana kita bisa memperoleh pertolongan Allah dengan awan khusus tersebut ?, kuncinya ya yang di hadits itu : kita bersama keluarga kita hanya mengkonsumsi sepertiga dari hasil kerja kita. Sepertiganya lagi kita investasikan kembali, dan yang sepertiga kita sedeqahkan ke sekeliling kita yang membutuhkannya.

Karena janji Allah dan rasulNya pasti benar, maka kalau tiga hal tersebut kita lakukan – Insyaallah pastilah awan khusus tersebut mendatangi kita. Namun jangan dibayangkan bahwa awan khusus tersebut harus benar-benar berupa awan yang mendatangi kita. Bisa saja awan khusus tersebut berupa teman –teman kita yang jujur yang memudahkan kita dalam berusaha, atasan kita yang adil yang memperjuangkan hak-hak kita, atau karyawan kita yang hati-hati yang menjaga asset usaha kita, dan berbagai bentuk ‘awan khusus’ lainnya. Wallahu A’lam bis showab.


sumber : www.geraidinar.com




Thursday, March 19, 2009

Dan bisnis pun demikian

Hidup demikian dan Bisnis pun demikian. Semua sudah ada jadwalnya sendiri untuk berhasil. Dia sudah duluan. Kita kemudian. Seperti para balita kapan dia mulai jalan tidak bisa kita paksa barengan. Semua ada saatnya untuk bisa. Karenanya saya jadi sadar. Hidup dan begitu juga bisnis, bukan pacuan. Bukan lomba dulu-duluan. Bukan adu maju-majuan. Ikuti saja alur waktunya. Maka Hidup dan bisnis akan menjadi kenikmatan. proses-proses-proses, sanggupan kita sabar berproses, sanggupkan kita tetap sholat dan berdoa.


Hidup demikian dan Bisnis pun demikian. Semua sudah ada jadwalnya sendiri untuk berhasil. Dia sudah duluan. Kita kemudian. Seperti para balita kapan dia mulai jalan tidak bisa kita paksa barengan. Semua ada saatnya untuk bisa. Karenanya saya jadi sadar. Hidup dan begitu juga bisnis, bukan pacuan. Bukan lomba dulu-duluan. Bukan adu maju-majuan. Ikuti saja alur waktunya. Maka Hidup dan bisnis akan menjadi kenikmatan. proses-proses-proses, sanggupan kita sabar berproses, sanggupkan kita tetap sholat dan berdoa.

Tergoda untuk mengikuti sang panutan. Tanpa sadar, sudah pasti kita beda dengan sang pujaan. Kekuatan mesinnya beda. Ketrampilan setirnya beda. Lebih dalam lagi, ukuran dia butuh berhenti untuk kencing atau untuk makan beda. Mungkin malah kota tujuannya beda. Kita hanya melihat dia pada sepotong perjalanannya dan kita tertarik pada tampilannya. Lalu jadi buta mengikuti dia. Mengorbankan kenikmatan perjalanan kita sendiri. Saya jadi sadar! Hidup dan bisnis sebaiknya dari awal menetapkan tujuan. Kedua mengetahui kemampuan kendaraan. Ketiga susuri saja jalan Anda. Tarikan demi tarikan. Hingga sampai di tujuan yang Anda tetapkan. Indahnya proses.

Jika si empunya ditanya sudah punya apa saja dari kesuksesan. Maka dia akan cerita datar-datar saja. Berbeda sekali jika ditanya bagaimana ia meraih kesuksesan, dia akan semangat sekali menceritakan semua lka-liku hidup meraih kesuseksan setahap demi setahap walaupun tahapan itu menyakitkan saat dijalani.

Jadi proses, it,s OK no problem. memang demikian sunnatullahnya. Allah, memberi apresiasi nilai istiqomah proses bukan dari hasil. tentunya proses harus sesuai aturan-Nya. Adapun hasil bisa didapat dari jalan yang mana saja baik benar maupun salah.

Allahu Akbar, ya Allah semoga Engkau memberi kekuatan dan petunjuk. Amien.


Wednesday, March 18, 2009

Doa kegigihan bisnis

Allahumma innii a’udzubika minal hammi wal khazan, wa a’udzubika minal ‘adzji wal kasal, wa a’udzubika minal jubni wal bukhl, wa a’udzubika min ghalabati al-daini wa khohri al rijaal.

“Ya Allah saya bersungguh-sungguh berlindung kepadaMu dari rasa susah dan sedih, dan aku berlindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas, dan aku berlindung kepadamu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadamu dari lilitan hutang dan tekanan orang lain.”



Doa di atas ini bisa menangkal aura negatif dari dalam diri maupun oranglain dan lingkungan. Doa yang simple dibaca waktu pagi dan sore setiap harinya. Beranjak dari waktu pagi segala aktivitas baik terencana maupun spontan akan di lakukan. Pekerjaan, secara alami jam kantor maupun menutup aktivitas siang, akan selesai dikala pintu sore sudah terbuka. namun selama nafas masih di raga, aktivitas baik tubuh maupun pikiran terus berjalan hingga mata terlelap tidur.

Rasa lemah, perasaan malas, sifat pengecut dan kikir, tekanan finantial dari segala arah dan segala macam intimidasi baik perasaan maupun fisik dari oranag lain. Akn terus menerus mendera kita, tanpa adanya benteng yang kuat dapat dipastikan pertahana kita akan roboh, tumbang tanpa adanya perlawanan.

Doa di atas memenuhi semua unsur hidup dan kehidupan kita, menajdikan benteng yang kokoh untuk menerima kenyataan, merubah hal negatif ke positif, ketentraman batin menghadapi kesulitan dan kenikmatan lahir bathin.

Tiada kekuatan yang bisa bersemayam dalam dada, hanya Allah-lah yang "saving" kan di hati kita masing-masing. bagaimana caranya untuk dapat saving tersebut, amalkanlah doa di atas secaca istiqomah, dawam-kontinyu, dan ikhlas. Maka dengan izin Allah secara otomatisn terdapat dinding perlindungan yang kuat di hati dan diri ini enjelma sifat-sifat kesuksesan seorang enteupreneur dan cerminan contoh yang patutu ditiru sama lingkungan di mana kita berada.
Wallahu 'Alam.

Ya ghaffar, ampunilah aku

Sebuah doa sederhana yang bersisi padat
cocok bagi menjernihkan mindset bisnis yang ada
membersihkan pikiran sebelum memulai bisnis
menjernihkan visi, misi, goal dan arahan usaha kita


Sebuah Doa Ali bin Abi Thalib,

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mandatangkan bencana
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merusak karunia
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menahan doa
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bala
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan